Minggu, 13 November 2011

Study Tour in Bali


WISATA
STUDY TOUR IN BALI
                Program pembelajaran SMAPAN yang dilaksanakan setiap tahun yaitu pembelajaran ke luar daerah, atau sering kita sebut ‘Study Tour’. Terdapat dua program yaitu didalam daerah Bali dan di luar Bali.
Didalam daerah bali tujuan pertama adalah Pura Silayuti, yang terletak di Karangasem daerah Padang Bae. Disana kita melakukan persembahyangan bersama, guna mendapat keselamatan di tujuan yang  berikutnya. Tujuan ke dua yaitu ke Taman Sukasada Ujung, yang terletak dekat pantai kawasan Ujung, Desa Tumbu, Karangasem. Jaraknya kira-kira 85 Km dari kota Denpasar, wahh jauh banget yah perjalanan siswa-siswi untuk mencapai Taman Ujung yang megah dan indah ini. Bangunan yang didirikan pasa masa Raja I Gusti Bagus Jelantik ini melibatkan arsitek Belanda yang bernama Van Den Hentz dan seorang arsitek Cina bernama Loto Ang. Taman ini digunakan sebagai  tempat peristirahatan raja, dan juga diperuntukan sebagai tempat menjamu tamu-tamu penting seperti raja-raja atau kepala pemerintahan asing yang berkunjung ke Istana Kerajaan Karangasem. Bangunan di Taman Sukasada Ujung ini terdiri dari Kolam Air Mancur, Balai Warak, Pura Manikan, Balai Gili, Balai Kambang, Balai Bundar, Balai Kapal, dan Balai Lunjuk.
Tujuan kita yang terakhir adalah Desa Tenganan, Kecamatan Manggis, Karangasem. Tenganan merupakan salah satu desa Bali Aga, selain desa Trunyan dan desa Sembiran. Yang dimaksud dengan desa Bali Aga adalah desa yang masih mempertahankan pola hidup yang tata masyarakatnya mengacu pada aturan tradisional adat desa yang diwariskan nenek moyang mereka. Ciri khas desa Tenganan tentu saja kain tenun ikat yang disebut  kain Gringsing. Kain yang proses pembuatannya membutuhkan waktu yang lumayan lama. Desa ini sangatlah tradisional karena dapat bertahan dari arus perubahan jaman yang sangat cepat dari taknologi. Walaupun sarana dan prasarana seperti listrik, kendaraan, dan lain lain masuk ke desa Tenganan ini, tetapi rumah-rumah warga dan adat nya tetap di pertahankan seperti aslinya yang tetap eksotik. Dan pada saat ini kita dapat menyaksikan dan melihat tingkah laku dan adat budaya tradisional mereka yang amat kental.
Kunjungan siswa-siswi sekolah kita ke tempat-tempat yang bersejarah dan banyak tersimpan ilmu pengetahuan ini sangat bermanfaat dan dapat menambah wawasan bagi setiap siswa. Hal ini pula dapat menjadi bekal bagi siswa untuk di masa yang akan selanjutnya. Dimana kita patut menjaga dan melestarikan budaya yang kita miliki di daerah lain.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar