MAAF AKU TERLAMBAT
Angga buru-buru membereskan bukunya. Ia sudah janji pada pacarnya Kalin, untuk menjemput di sekolahnya. Sekolah mereka berbeda, namun jaraknya tidak begitu jauh.
Kalin sudah menunggu di gerbang sekolah. Sudah hampir 30 menit sejak pukul 1 ia menunggu. Biasanya angga sampai sekitar 15 menit. Berkali-kali Kalin mencoba manghubungi Angga, tapi ponsel Angga tidak aktif.
“Duh Angga kemana sih ? Aku kan mesti les jam 2”, gumam Kalin.
Tiba-tiba seseorang menghampiri Kalin.
“Hei Lin, Mau bareng sama aku ?”, Tanya Erik, teman Kalin dan juga teman Angga.
“Aduuh, gimana ya ?”, jawab Kalin ragu.
“Udah tenang aja, nanti aku yang bilangin sama Angga”
“Oh okedeh, makasi ya Rik”, jawab Kalin, sambil bergegas naik ke motor Erik.
***
Sepulang dari Les, Kalin menonton TV. Ia melihat berita kecelakaanyang terjadi di sekitar sekolahnya. Karena Kalin tidak begitu suka dengan berita, ia pun langsung mematikan TV dan pergi ke kamarnya.
Rasa cemas dan sedih menyelimuti hati Kalin, sebab Angga dari tadi belum juga mengabarinya. Hingga pukul 12 lewat tengah malam, Kalin belum juga bisa tidur. Ia sangat mencemaskan Angga. Tiba-tiba pintu kamar Kalin ada yang mengetuk. Kalin kaget dan segera membuka pintu kamarnya, tak di sangka, Angga yang berada di balik pintu itu.
“Kamu kemana aja ? Kenapa gak ada kabar ? Aku cemas, Aku kangen kamu sayang !”, ucap Kalin panjang lebar.
“Maaf aku gak jemput kamu tadi ya”
“Gak apa, yang penting sekarang kamu disini sama aku” jawab Kalin dengan senyuman.
“Sayang, aku mesti pergi” ucap Angga pelan.
“Kemana ? Aku ikut ya ?”
“Gak, kamu gak boleh ikut. Nanti mama kamu sama siapa.” Jawab Angga.
“Tapi …”
“Gak boleh sayang, Aku mau pergi jauh, Kamu temenin mama aja disini. Ya ? “ sambung Angga.
“Tapi kamu bakal sering telpon aku kan ? kamu kan tau kalo aku gabia kalo ga ada kabar dari kamu” ujar Kalin manja. Tak terasa ais mata nya menetes, Kalin pun menangis, seperti ada hal yang aneh pada dirinya, entah apa itu.
“Tempat yang aku detengin itu jauh banget. Jadi gak ada sinyal, maaf ya sayang. Tapi kalo kamu kangen sama aku, kamu bisa mainin lagu kesayangan kita dengan harmonica ini.” Kata Angga sambil mengeluarkan harmonica kecil berwarna biru dari dalam sakunya.
“Yaudah, tapi kamu jangan sama cewek lain ya sayang. Aku disini setia sama kamu, aku akan nunggu kau sampai kamu balik nemuin aku” ucap Kalin sambil memeluk Angga.
***
Keesokan paginya Kalin terbangun dengan harmonica kecil berwarna biru di tangannya.
Seperti biasa Kelin berangkat sekolah. Sesampainya di sekolah, Erik langsung menghampiri Kalin.
“Kalin … Lin … kamu yang tabah ya !!” ujar Erik dengan tangis dan nafas yang ter engah-engah.
“Loh kamu kenapa Rik ??” Tanya Kalin bingung.
“Angga …” Erik tak kuasa dan memeluk Kalin.
“Emangnya Angga kenapa ?”
“Angga udah gak ada Lin …” tangis Erik.
“Hah ! Gak mungkin ! Tadi melem dia ke rumah ku, dia bilang …” Kalin tak sanggup meneruskan kata-katanya, ia menangis.
“Udah Lin … udah, kamu mesti tabah.” Erik menenangkan Kalin. Kalin sungguh tak percaya dengan semua yang ia dengar hari itu.
Kalin, Erik, teman-teman sekolah, dan sanak keluarga, memakamkan Angga. Kalin tak henti-hentinya menangis, ia sangat terpukul, kehilangan orang yang sangat ia sayangi.
***
Setahun setelah kejadian itu, Kalin menyadari bahwa ia tidak bisa terus terpuruk keadaan seperti itu. Dan ia juga sadar bahwa Angga disana pun tidak akan senang melihat Kalin terus barsedih. Kini setip minggu, Kalin selalu singgah ke makam Angga, menjenguk kekasih yang sangat ia sayangi itu. Kalin tau Angga akan selalu ada di hati Kalin.
Gung Lisa
Tidak ada komentar:
Posting Komentar